Minggu, 28 November 2010

Menata Ruang Keluarga yang Sekaligus Ruang Tamu

oleh: Anissa Q. Aini
Desain Ruang Keluarga yang Sekaligus Ruang Tamu

Menggabungkan dua fungsi dalam satu ruangan tentunya akan sangat membantu upaya memaksimalkan ruangan. Langkah ini banyak dilakukan, terutama pada rumah mungil.

Zaman sekarang, lebih banyak orang memilih hunian berukuran mungil, baik rumah atau apartemen. Alasan pertama, bisa karena lokasi. Alasan berikutnya, bisa jadi karena budget yang tak mencukupi untuk membeli rumah-rumah berukuran besar.
Tak perlu berkecil hati, hunian seperti ini justru memacu kreativitas kita untuk membuatnya tetap nyaman.
Banyak cara mengakali hunian mungil agar terasa nyaman. Salah satunya adalah menggabungkan dua fungsi dalam satu ruang. Misalnya menggabungkan ruang tamu dan ruang keluarga. Menggabungkan dua ruangan seperti ini, bisa dibilang susah-susah gampang. Apalagi ruang keluarga sendiri biasanya menampung beragam kegiatan. Jadi, apa saja yang perlu diperhatikan untuk menggabungkan dua ruangan ini?
Pertama, coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kita benar-benar membutuhkan ruang tamu? Jika jawabannya "ya", ingat-ingat berapa banyak tamu yang biasa datang dan siapa mereka. Hal ini penting dilakukan sebelum membuat ruang keluarga dan ruang tamu sekaligus. Pasalnya banyak orang terjebak dengan anggapan bahwa rumah harus memiliki ruang tamu, padahal si empunya rumah jarang sekali menerima tamu di rumah. Kalau memang tidak diperlukan, mengapa harus repot membuatnya?
Banyak sedikitnya tamu yang biasa datang akan mempengaruhi penempatan furnitur, terutama tempat duduk. Kalau memang tak banyak tamu yang biasanya datang, tak perlu menempatkan sofa berukuran besar. Cukup tempatkan sofa dua dudukan tambahkan dua buah single chair di sana. Cara ini lebih praktis dan hemat tempat, karena single chair bisa dipindahkan ke ruangan lain jika memang sedang tidak digunakan.
Poin berikutnya yang perlu jadi perhatian adalah, tempatkan furnitur-furnitur multifungsi. Mengingat lahan yang dimiliki tidak luas, cara ini membantu ruangan tetap fungsional dan rapi. Misalnya, daripada menempatkan sofa berukuran besar, ganti saja dengan bench panjang yang dirancang sekaligus sebagai "peti" penyimpanan. Jadi, bagian atasnya bisa dibuka-tutup.
Tempatkan meja dengan laci di sisi kanan dan kirinya. Kita bisa menyimpan tumpukan koran dan majalah di sana. Bisa juga menyimpan taplak meja dan sarung bantal (cushion sheet ). Hindari menempatkan buffet sebagai tempat televisi, ganti saja dengan rak-rak ambalan. Selain sebagai tempat televisi, rancang agar rak ambalan bisa juga untuk menampung beberapa buku dan benda koleksi. Dengan demikian, tidak akan benda berceceran, karena semua ada tempatnya. Tamu pun merasa nyaman saat berkunjung.
Bagaimana?
Foto: iDEA/ Richard Salampessy

Inspirasi Sederhana untuk Ruang Tamu Mungil (2)

oleh: Rahma Yulianti
Inspirasi Sederhana untuk Ruang Tamu Mungil

Ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan jadi ajang yang tepat untuk memainkan warna. Selain menambah nilai ruang, permainan warna dapat menjadi pembatas maya dan membedakan ruang tamu dengan ruang lainnya.

Pada gambar di atas, karena berbatasan langsung dengan ruang makan, ruang tamu mesti dibuat berbeda dengan ruang makan yang dominan warna coklat kayu. Untuk itu, sang desainer membalut ruang tamu dengan warna-warna cerah, yakni kuning dan biru.
Namun perlu diingat, walaupun cerah, warna-warna ini cenderung gelap sehingga mesti hati-hati dalam mengaplikasikannya. Ruangan yang tertutup dan kurang cahaya sebaiknya menghindari warna-warna ini karena bisa membuat ruang jadi terasa menekan.
Selain menggunakan warna cerah, ruang tamu juga bisa dibuat dengan kombinasi warna natural. Warna natural ini biasanya diambil dari warna alam, misalnya: coklat, krem, dan putih.
Penggunaan warna putih sangat diperlukan untuk mengimbangi warna coklat yang gelap. Warna putih bisa memantulkan cahaya sehingga ruangan akan terlihat lebih luas dan lebih terang. Kalau tidak ingin menggunakan warna putih karena takut kotor, bisa juga menggunakan warna lain yang sifatnya terang namun masih bersifat natural, seperti krem muda atau hijau muda.
Sebagai penyegar, diletakkan lukisan-lukisan bernunsa modern atau tradisional di dinding ruang tamu. Untuk warnanya, tetap dipilih yang sifatnya kalem dan natural, seperti coklat, hijau, atau biru laut.
Sumber: www.tabloidrumah.com
(Editor: Rasantika M. Seta)

Singkat Tepat Menata Ruang Keluarga

oleh: Dewi Kartini
Foto: iDEA/Adrian Mulya
Ada hal-hal dasar yang perlu diketahui jika hendak menata ruang keluarga. Apa saja itu?
Menentukan Tema
“Membangun” ruang keluarga diawali dari membangun tema dan suasana. Yang ini sifatnya lebih personal. Bisa disesuaikan dengan fungsi ruang dan kebutuhan anggota keluarga, serta luas bangunan secara keseluruhan.
Misalnya, jika rumah mungil (di bawah 150m2), ruang keluarga biasa digunakan sebagai ruang multifungsi. Dalam arti, mungkin saja ruang ini difungsikan juga sebagai ruang bermain anak. Jika kondisinya demikian, pilihlah tema yang ringan, playful, cerah, dan cenderung gaya modern.
Memilih dan menata furnitur
Langkah ini penting untuk mewujudkan ruang keluarga yang sesuai harapan. Mengingat di pasaran ada banyak desain, maka ketika memilih furnitur sebaiknya sesuaikan dengan tema yang direncanakan. Misalnya, jika Anda ingin membuat ruang bertema etnik, maka pilihlah furnitur yang dapat menciptakan suasana kedaerahan itu, seperti yang berdesain gaya etnik.
Kemudian Anda dapat menatanya. Ada tips khusus dari arsitek Ridwan Khalkali dari BAIT Architects. “Tempatkan meja dan sofa pada bagian tengah ruang keluarga. Dengan begitu, pemilik rumah dapat saling berkomunikasi ketika sedang berada di sana.”
Mendekorasi dan aksesori
Ruang tanpa dekorasi bak sayur tanpa garam. Hambar! Untuk menghindari hal ini, ruang pun perlu didekorasi. Dekorasi meliputi perindahan elemen ruang dan penambahan aksesori. Menurut Ridwan, mendekorasi ruang dapat menambah suasana nyaman, hangat, dan kesan intim.
Soal dinding, misalnya, yang polos boleh saja “diukir”: diberi tekstur atau dilapis dengan batu alam. Jika dinding akan diolah, perhatikanlah proporsi dan lokasi dinding yang akan diolah itu. Boleh juga sekadar menempelkan lukisan atau foto keluarga.
Aksesori ruang bisa jadi sebagai pelengkap yang dapat menunjang keindahan dan suasana ruang. Tanpa aksesori, ruang akan “kosong”. Namun untuk memilih dan menempatkannya, sesuaikan dengan tema ruang secara keseluruhan.
Jangan takut menempatkan aksesori. Agar keberadaannya tidak mengganggu, perhitungkan dimensi dan jumlah aksesori. Proporsi yang tepat, menjadikan ruangan lebih keren.
Menata cahaya membangun suasana
Unsur lain yang dapat memperindah ruang adalah cahaya. Aneka suasana dapat diciptakan dengan tata cahaya yang tepat. “Ruang indah semakin indah dengan tata cahaya yang tertata,” kata B.J. Susilo Utomo, arsitek. Ini lebih berkaitan dengan suasana pada malam hari. Pada siang hari, tampilan ruang terkesan flat karena cahaya alami yang ada terbagi merata.
Menata cahaya pada ruang tidak harus berbiaya mahal dan rumit. Jika ingin cahaya yang terang merata, pasang lampu downlight. Sebaiknya yang memiliki dimmer agar dapat diatur tingkat terang-gelapnya. Tambahkan titik-titik lampu yang menyorot objek yang ingin di-blow up agar keindahannya makin menonjol.
Memfasilitasi audio-video
Peralatan audio-video merupakan salah satu fasilitas pelengkap yang dapat menunjang suasana nyaman di ruang keluarga. Untuk menempatkannya, pikirkan dari awal penataan ruang. Ini menyangkut keberadaan jaringan kabel listrik dan audionya. Sebaiknya peralatan video-audio player ditempatkan di salah satu area dinding yang melebar. Ini agar film yang diputar bisa dinikmati bersama tanpa halangan.
 

Menjadikan Ruang Keluarga Nyaman untuk Semua

oleh: Annisa Q. Aini
Foto: Rasantika M. Seta
Siap sambut hari raya dengan mempercantik ruang keluarga. Perhatikan sekeliling rumah, manfaatkan apa yang ada. Menciptakan tampilan baru pun lebih hemat biaya.
Saat hari raya tiba, bagi sebagian orang, aneh rasanya kalau tampilan rumah biasa-biasa saja. Tak heran banyak orang rela menyisihkan budget besar untuk mendandani ruangannya. Minimal ruang keluarga baru, pasalnya di sinilah para tamu akan berkumpul.
Tampilan baru tidak sama dengan sofa baru. Banyak orang mengidentikkan kedua hal tadi. Mulai sekarang ubah pemikiran demikian. Mempercantik ruangan bisa dengan memanfaatkan apa yang kita punya, di rumah. Dengan demikian, kita bisa meminimalisasi biaya yang harus dikeluarkan. Apalagi di saat-saat kita perlu mengeluarkan banyak biaya, seperti saat Lebaran misalnya.
Agar tak terburu-buru, mulai sekarang coba perhatikan benda-benda yang ada di rumah. Pasti ada yang bisa dimanfaatkan untuk mendandani ruang keluarga. Misalnya botol-botol berdesain unik, selendang atau kerudung panjang, bantal, bunga, dan sebagainya.
Botol-botol bekas berdesain unik, bisa dimanfaatkan sebagai vas atau pajangan. Tinggal bersihkan bagian dalamnya, kemudian tambahkan beberapa tangkai bunga. Agar tampilannya lebih menarik, tambahkan batu koral atau kerikil di dalamnya. Jadilah sebuah vas unik, yang sudah pasti tidak akan ditemui di toko manapun.
Selendang_NIS
Sudah tampil cantik dengan vas unik, masih dirasa kurang? Gunakan selendang atau kerudung panjang, untuk memberikan tampilan yang lebih bergaya. Pilih yang bermotif batik, jika ingin memberikan sentuhan etnik. Sampirkan selendang tadi pada sandaran sofa. Dijamin, sofa yang semula tampak membosankan bisa tampil baru dalam sekejap.
Agar acara duduk-duduk dan berbincang lebih nyaman, tambahkan beberapa bantal. Bantal berbagai bentuk, warna, dan motif, juga bisa memberikan tampilan baru pada ruangan. Asal jangan terlalu banyak menempatkan bantal. Ingat, sofa adalah tempat duduk bukan tempat memajang bantal.
Mudah dan murah, bukan? Penjelasan tadi baru sekedar contoh, masih banyak yang bisa dilakukan dengan barang-barang yang ada di rumah. Sering-sering saja mencari referensi di majalah dan internet. Padukan setiap ide yang muncul dengan kreativitas. Hasilnya, bisa jadi diluar perkiraan.
Foto: Rasantika M. Seta (atas), Anissa Q. Aini (bawah)
Lokasi: Unit Contoh St. Moritz Residences and Penthouses, Puri Indah, Jakarta Barat (atas), Plaza Indonesia Retail Extention (bawah)
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar