Minggu, 28 November 2010

DEKORASI RUMAH EKSTERIOR

Mengapa Harus Pilih Dinding Kamprot?

oleh: Anissa Q. Aini
Mengapa Harus Pilih Dinding Kamprot?

Ga  perlu ribut-ribut soal warna cat yang harus dipilih, buat area balkon Anda. Coba inspirasi yang satu ini. Tutup perkara dan jatuhkan pilihan pada si dinding kamprot.

balkon-kamprot
Mungkin muncul pertanyaan di benak Anda, mengapa saya harus pilih si kamprot? Dinding kamprot populer karena tekstur halus kasarnya yang berkesan acak-acakan. Inilah saat Anda perlu melupakan persepsi bahwa yang acak-acakan itu sudah pasti tidak sedap dipandang.
Keunggulan dinding kamprot adalah efek bayangan, yang tercipta di permukaannya, saat diterpa cahaya matahari, maupun cahaya lampu. Efek bayangan tadi mengakibatkan tekstur kasar si dinding makin menonjol. Cantiklah jadinya.
Daya tarik berikutnya dari dinding kamprot adalah teknik aplikasinya yang sederhana. Syaratnya cuma dua, sabar dan telaten. Hal menarik lainnya tentang dinding ini adalah tampilannya yang apa adanya, membuat dinding tampil alami. Tapi awas, sebaiknya aplikasikan dinding ini hanya pada bagian yang memang ingin diekspos. Pasalnya dinding ini berpotensi menciptakan kesan monoton dan gelap.
Contohnya balkon di foto ini. Sebagian dindingnya mengaplikasikan teknik kamprot. Berpadu dengan warna lantai yang juga gelap, tampilan balkon jadi modern tapi kaku. Untuk "menghaluskannya" ditempatkanlah kursi kayu berornamen anyaman rotan. Paduan antara dinding kamprot dengan material alami, membuat balkon tampil eklektik dan menarik.
Foto: iDEA/ Tri Rizeki Darusman

Cantik Berkilau dan Mudah Dibersihkan

oleh: Tigor C. Siahaan
Mozaik untuk Dinding Fasad

Mozaik biasanya digunakan untuk melapis dinding kamar mandi atau backsplash  dapur. Tidak umum untuk aplikasi outdoor , seperti dinding fasad.

mozaik-melo
Tidak umum bukan berarti tidak bagus. Contohnya di rumah ini. Pemilik rumah sukses mempercantik fasad rumahnya dengan menggunakan mozaik. Ia menggunakannya untuk melapis dinding bagian atas fasad. Mozaik dengan kombinasi warna hitam, putih dan keabuan itu dikombinasi dengan kerikil dan batu alam yang berwarna senada. Pas sekali.
Untuk menempel mozaik ini ke dinding, pemilik rumah menggunakan semen instan. Mudah. Cukup oles semen ke dinding, ratakan dengan roskam, lalu tempel lembaran mozaik.
Penting untuk diperhatikan, jika Anda juga berencana menggunakan mozaik, sebaiknya perekat yang dipakai adalah semen putih. Khususnya jika mozaik bening atau transparan. Penggunaan semen portland  yang berwarna kehitaman akan membuat mozaik terlihat lebih gelap.
Soal perawatan dan daya tahan, Anda tak usah khawatir. Untuk dinding kamar mandi dan dapur saja kuat apalagi untuk fasad. Membersihkan mozaik juga mudah, cukup di lap dengan lap kering atau disiram untuk menghilangkan debu yang melekat. Tertarik? Silakan dicoba. 
Foto: iDEA/Ricardo de Melo

Cahaya Buatan Sebagai Penerang dan Elemen Dekoratif

oleh: Devi F. Yuliwardhani
Cahaya Buatan Sebagai Penerang dan Elemen Dekoratif

Cahaya buatan bisa menciptakan suasana. Anda bisa meletakkannya di ruang luar untuk mendapatkan efek yang memukau di malam hari. Bukan hanya berbentukstanding lamp  yang berdiri di tengah-tengah taman, lampu bisa anda letakkan di sudut-sudut yang ingin ditonjolkan. Seperti tampilan ruang luar berikut.

carport
Sebuah carport sederhana bisa tampil memukau dengan permainan lighting. Permukaan carport ini hanya ditutup dengan paving. Rumput-rumput masih dapat tumbuh di sela-sela paving. Dinding eksteriornya pun dibuat sealami mungkin. Menggunakan bata ekspos yang dibiarkan berlumut. Sisi natural juga diperkuat dengan kehadiran semen ekspos pada tangga masuk dan sebagian dinding lainnya. Tanaman hanya diletakkan di bagian tepi.
Salah satu dinding eksterior di bagian bawah sengaja dibuat menjorok ke dalam. Disana diletakkan batu koral putih. Aksen batu koral putih disorot dengan lampu downlight berwarna kuning. Cahayanya memantul ke dinding dan sudut yang berbeda ini pun semakin menonjol. Tampilan sederhana salah satu sudut di ruang luar ini menjadi berbeda dengan kehadiran lampu di salah satu sudutnya.
Foto: iDEA/Tri Rizeki Darusman
  
Bermain Kontras Ciptakan Kejutan di Fasad Rumah
oleh: Anissa Q. Aini
Bermain Kontras Ciptakan Kejutan di Fasad Rumah

Apa enaknya melihat rumah dengan warna monoton. Itu sebabnya kita perlu memberikan sentuhan "kejut" pada wajah si rumah. Salah satu caranya menciptakan kontras. Mau tahu seperti apa? Simak!

fasad-kontras
Membosankan! Mungkin itulah yang diteriakkan hati Anda saat melihat wajah rumah, yang hanya diwarnai satu jenis warna. Bentuk rumahnya pun biasa-biasa saja pula. Habislah sudah. Tenang, tidak perlu sampai frustasi kemudian memutuskan membongkar rumah, atau mengganti warna seluruh permukaan dinding fasad. Satu cara yang akan kita bicarakan kali ini lebih sederhana, tapi efeknya tak kalah luar biasa. Bermain kontras namanya.
Menciptakan kontras terbukti efektif memberikan efek "hidup", terutama di ruangan-ruangan yang mulai terasa membosankan. Untuk membuat efek ini cara paling mudah adalah mematuhi aturan kebalikan. Misalnya, menempatkan benda berukuran tinggi bersebelahan dengan yang berukuran rendah. Di fasad, di foto ini diberlakukan prinsip kebalikan untuk warna, yaitu mengaplikasikan warna cerah di antara dominasi warna yang berkesan "mendung". Kita biasa juga menyebutnya dengan aksen.
Kontras juga terlihat pada penempatan tanaman rimbun yang melembutkan tampilan fasad yang kaku. Dengan demikian tampilan si rumah jadi lebih ramah, kan? Memandangnya pun tak lagi menimbulkan teriakan-teriakan tak menyenangkan di hati. Coba lihat sekali lagi foto ini, amati. Siapa berani bilang fasad ini membosankan?
Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang

Membangun Citra Bangunan Lewat Tampak Depan Rumah

oleh: M. Indra Sukma
Membangun Suasana pada Tampak Depan Rumah

Disadari atau tidak, tampak depan rumah sangat berpengaruh terhadap pencitraan sebuah bangunan rumah. Desain serba kotak diibaratkan sebuah bangunan rumah yang "minimalis".

Fasad tertutup
Sebuah bangunan rumah menjadi lebih enak dipandang jika setiap elemen penyusunnya dirancang selaras satu sama lain. Keselarasan ini mencakup skala, komposisi bentuk, warna, material, serta konsistensi penerapan gaya bangunan.
Keberadaan tampak depan rumah (fasad) menjadi sangat penting ketika sosoknya dominan. Misalnya karena bangunan itu tinggi dan tidak tertutupi oleh benda lain di hadapannya. Fasad bisa dibuat sederhana jika keberadaannya "agak tersembunyi" di balik rimbun tanaman atau pagar.
Sebetulnya walau fasad itu "tersembunyi" atau tidak, selayaknya setiap bangunan memiliki fasad yang menarik. Tidak hanya menarik secara desain visual, tetapi juga menarik dari sisi fungsinya.
Berbicara mengenai fungsi, fasad memiliki banyak fungsi. Fungsi utamanya adalah untuk membatasi pandangan, tapatnya antara lingkungan ke ruang dalam. Fasad tertutup diperlukan jika di dalamnya adalah kamar tidur atau kamar mandi. Lain halnya jika di balik fasad itu terdapat ruang keluarga misalnya.
Selain sebagai pembatas, disadari atau tidak, fasad juga berfungsi meredam bising. Fasad akan dirancang lebih masif jika bangunan berada pada area yang bising. Misalnya di tepi jalan raya yang banyak pergerakan kendaraan. Fasad dengan dominan dinding, dapat diterapkan karena akan lebih banyak meredam bising suara kendaraan daripada fasad yang dominan kaca.
Sebagai pelindung bangunan dari perubahan cuaca, fasad memiliki banyak desain. Desain fasad di negara dua musim akan sangat berbeda dibandingkan fasad untuk negera tropis. Intensitas cahaya dan hujan yang tinggi pada daerah tropis membuat fasad memiliki ciri khas khusus. Antara lain, atap pada fasad tropis cenderung lebih miring dan memiliki teritis lebih panjang daripada desain atap pada bangunan di area subtropis.
Soal keindahan, yang ini juga tak kalah menarik. Desain yang menarik, diyakini dapat meningkatkan citra bangunan rumah. Perlu desain menarik agar memberikan kesan yang baik dan mendalam terhadap pemerhatinya. Secara visual fasad mencitrakan konsep desain rumah secara keseluruhan. Melalui fasad, seorang arsitek pemilik rumah hendak menyampaikan sesuatu terharap publik penikmatnya. Arsitek atau pemilik juga memiliki bahasa sendiri dalam menyampaikan gagasannya apda bagian depan rumah ini. Sehingga desain yang baik atau tidak bisa bersifat sangat relatif. Namun kalau dilihat dari segi fungsi, segalanya dapat terukur.
Foto: iDEA/Dean Martin Saerang

Mengenal Letak dan Fungsi Teras

oleh: Dewi Kartini
Mengenal Letak dan Fungsi Teras

Teras tak hanya di depan. Pun tak cuma berfungsi sebagai ruang tunggu tamu. Kenali lebih dekat, yuk , letak dan fungsi teras. 

Ruang peralihan dari ruang luar menuju ruang dalam atau sebaliknya, yang dinaungi atap, dengan satu atau dua dinding. Area inilah yang lazim kita kenal dengan sebutan teras. Letaknya bisa di depan, di samping atau di belakang rumah. Fungsinya beragam, tergantung dimana posisi teras berada.
Teras depan berfungsi sebagai ruang penerima tamu atau area tunggu sebelum tamu dipersilakan masuk. Teras samping bisa menjadi tempat untuk bersantai. Teras belakang, karena posisinya yang lebih tertutup, bisa menjadi ruang makan, tempat melakukan aktivitas hobi dan kumpul keluarga. Teras juga berfungsi sebagai jalur sirkulasi udara dan area memasukkan cahaya ke dalam rumah.
Rumah berlahan terbatas umumnya memang hanya memiliki teras depan. Teras samping biasa ditemukan pada rumah-rumah yang kebetulan berada di lahan hoek. Sedangkan rumah-rumah berlahan besar bisa memiliki tiga teras sekaligus, depan, samping, dan belakang.
Atas alasan beragam fungsi dan letak teras ini, sebelum membangun teras, perhatikan kira-kira dimana teras ditempatkan. Teras depan, karena menjadi bagian dari fasad, sebaiknya memiliki karakter yang senafas dengan bangunan. Teras samping dan belakang bisa lebih mengutamakan fungsi dan kenyamanan. Meski begitu, semua teras sebaiknya dibangun dengan konsep yang jelas sesuai fungsi yang ada padanya.
Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang
Lokasi: Rumah Mia H., Cilandak, Jakarta Selatan
Jumat, 17 September 2010

Percantik Fasad: Ekspos Beton Aerasi Serupa Batik

oleh: Dewi Kartini
Percantik Fasad: Ekspos Beton Aerasi Serupa Batik

Ada tiga keunikan yang paling menonjol di rumah milik seorang arsitek di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini. Ketiganya ada di pagar, dinding, dan grass block . Penasaran? Kita lihat.

Yang menjadi tuan rumah pertama untuk mata kita adalah pagar. Rumah ini memiliki pagar dari susunan batu kali. Berbagai ukuran batu kali disusun secara acak, seperti membangun pondasi di atas permukaan tanah. Wajah pagar diekspos natural, hanya diberi coating  transparan. Susunan batu yang dibuat acak seperti itu, menonjolkan kesan rustik yang memberi tampilan "apa adanya." 
Berikutnya kita beranjak ke carport . "Rumah mobil" di rumah ini diteduhi atap tanaman rambat. Lantai carport ditutup grass block  buatan sendiri. Grass block , cerita pemilik rumah sekaligus arsiteknya, Andri Ferik, dicetak satu demi satu dengan potongan pipa paralon di tengahnya. Ada pipa yang dibiarkan terbuka membentuk lubang untuk tempat rumbuh rumput dan penyerapan air, ada pula yang ditutup semen.Tampilan lantai di area ini jadi unik, karena grass block  yang berlubang ditempatkan secara random di antara yang tertutup.
Tiba saatnya kita melihat bidang yang paling menyita perhatian, yaitu permainan ekspos beton aerasi yang dibentuk menyerupai batik. Beton aerasi itu dipotong miring-miring dengan pola tertentu. Setelah disusun, ekspos beton itu menghasilkan bentuk yang menyerupai motif batik parang. Menciptakan efek dekoratif yang memikat! Wujud batik itu tetap terlihat harmonis di antara bentuk bangunan yang didominasi garis geometris ini. Malah, mampu menjadi aksen yang membuat rumah mungil ini memiliki kekuatan visual.
Beberapa bagian dari dinding batik itu, memiliki potongan yang menerus secara presisi hingga ke bagian dalam, dimana ruang koridor berada. Lubang-lubang dari potongan dinding batik itu menjadi jalan masuk sinar matahari ke dalam ruang koridor. Siang hari, cahaya bisa masuk ke tanpa memberi efek panas ke dalam ruang. Bahkan, cerita Andri sambil tertawa, lubang-lubang itu juga bisa menjadi tempat mengintip, untuk memantau tamu yang datang, terutama di malam hari. Seru, kan?
Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang
Lokasi: Rumah milik Andri Ferik, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar